Pasar pagi di kaki rumah merpati raksasa: cerobong batu tuf merah muda yang separuh atasnya dicat putih dan berlubang ratusan, lembah berkabut di kejauhan.
Gideon Halvey, lelaki tua bertopi laken, menoleh dari kiosnya dan mengulurkan seekor merpati putih di telapak tangannya.

dovewarren

Merpati.

Kesmer, 3 Mei

Dua jalan dari pasar

Linus,

Gideon menoleh dan mengulurkan merpati itu padaku. Namanya Fennel. Sepanjang jalan pulang ia mematuki kancing mantelku, dan aku menggigit bibir supaya tidak tertawa, karena dua penggali Derrow berjalan tepat di belakangku.

Dari kaki rumah merpati ada dua jalan. Tangga kayu ke puncak cerobong, tempat biarawan menyimpan kabar di lubang dinding. Atau pintu batu bundar di bawahnya, yang turun tujuh lantai ke kota yang tidak pernah kena matahari. Hanya kurir yang boleh lewat dua-duanya. Musim ini kurirnya aku.

Surat mana yang mau kamu baca dulu?

Pilihan menyusun ulang urutan surat di bawah. Rute yang tidak dipilih tetap bisa dibuka di akhir halaman.

Belum memilih. Surat dibaca dari atas ke bawah.

kakakmu,
Esme

N.B. Fennel tidur di keranjang di samping meja tulisku. Dengkurnya pelan, mirip kamu waktu kecil.

Rumah merpati Kesmer: cerobong tuf dicat putih dengan ratusan lubang bercincin, tangga kayu ke pintu tinggi, dan pintu gelap bertangga di kakinya. Esme Corran, kurir merpati bermantel cokelat dan berselendang hijau, melangkah dengan tas surat di sisi dan keranjang merpati di punggung.
Rumah merpati di kaki pasar. Pintu bawahnya turun ke Derrow.

Rute lain: surat dari cerobong.

Lembah Kesmer atas dari punggung bukit: ratusan cerobong tuf bertopi batu, beberapa dicat putih sebagai rumah merpati, seorang kurir kecil dan bagal di jalan setapak.

Cerobong Kesmer

Kesmer, 9 MeiDari punggung bukit, lembah ini seperti hutan batu yang lupa berhenti tumbuh. Sebagian cerobong jadi rumah, sebagian gereja. Yang dicat putih adalah kandang merpati, supaya burung yang pulang tidak salah alamat.

Gereja batu dipahat di cerobong tuf, seorang biarawan menyapu birai dan seorang lagi memanjat tangga kayu panjang membawa keranjang surat.
Gereja Brother Osric. Tangga ini yang paling licin.

Biarawan cerobong

Biarawan tinggal di lubang setinggi menara dan turun hanya untuk mengambil surat. Hari ini aku dua kali salah menyebut nama Brother Osric. Dia tidak marah. Dia cuma meminjamkan tangga yang paling licin.

Setiap cerobong kamu panjat sendiri: tangga, pijakan pahat, tali milik biarawan. Makin tinggi, makin sedikit yang bisa menolongmu.

Kebun anggur Avrel di tanah vulkanik merah muda, rumah batu berhalaman dengan tempat pemerasan anggur, menara merpati putih di antara baris anggur, pemetik kecil membawa keranjang.
Avrel, lembah sebelah. Baunya anggur yang terlalu matang.

Keluarga kebun Avrel

Pemilik kebun anggur menyimpan surat di gudang pemerasan. Mereka membalas paling cepat dan mengingat setiap surat yang telat. Kepercayaan mereka mudah naik, dan sama mudahnya habis.

Rute lain: surat dari kota bawah.

Aula berkubah di Derrow yang dipahat dari batu tuf, pintu batu bundar setengah terguling, tangga turun ke bayangan ungu, dua penggali dan seekor bagal pembawa kendi.

Derrow

Derrow, 14 Mei
Aku menulis ini di lantai kelima, dengan lampu minyak yang hampir habis. Udaranya dingin dan berbau tanah basah. Para penggali bilang kota ini digali sebelum ada yang mencatat apa pun.

Tujuh lantai, dari catatanku

  1. Satu: kandang bagal dan sumur.
  2. Dua: dapur bersama. Rotinya enak.
  3. Tiga: gereja kecil tanpa jendela.
  4. Empat: gudang anggur orang Avrel.
  5. Lima: tempat aku menulis ini.
  6. Enam: pintu batu bundar, ditutup tiap malam.
  7. Tujuh: aku belum berani turun.
Seekor bagal penggali membawa dua kendi air dan sangkar merpati, berdiri di lantai satu.
Poros udara persegi di Derrow menurun tujuh lantai, tali dengan ember air tergantung di tengah, sosok kecil berlampu di dasar.

Sembilan kota bawah tanah tersambung di bawah tiga lembah. Di sana tidak ada peta lengkap, hanya ingatan penggali dan tali yang kamu ikat sendiri. Bagal membawa air. Merpati tidak bisa terbang sampai lantai tujuh, jadi suratnya kamu bawa dengan tangan.

Peta lembah

Peta ini kulipat empat supaya muat di tas. Tiga lembah, satu sungai, dan pintu-pintu ke bawah yang kutandai dengan tinta paling tebal.

Tiga lembah: Kesmer, Ihlan, Avrel. Tiga pintu ke kota bawah: Derrow, Kaymar, Vellis. Sisanya belum kutandai.

PetaSembilan kota bawah tanah, baru tiga pintunya yang tercatat.

Jurang Ihlan: kurir berkuda menuntun bagal bermuatan sangkar merpati di jalan sempit pada tebing tuf, sungai hijau dan pohon poplar jauh di bawah.
Jalan bagal di tebing Ihlan, tempat aku melepas Fennel.

Loft adalah kandang merpati yang kamu bangun sendiri. Merpati yang kamu latih membawa surat, peta, dan kabar antara pemukiman. Tiap pemukiman mempercayaimu sebanyak surat yang benar-benar sampai.

Kuda untuk jalan tebing, bagal untuk tangga kota bawah. Tiga kelompok itu tidak pernah sepakat soal siapa yang berhak atas lembah, dan cerita ini punya tiga akhir.

Avrel, 20 Mei

Fennel pulang sendiri

Kemarin aku melepas Fennel dari tebing Ihlan dengan surat untuk Brother Osric. Ia sampai lebih dulu dariku. Osric menulis balasan di balik suratku dan mengirimnya kembali lewat Fennel. Aku menangis sedikit. Jangan bilang Ibu.

  • Biarawan cerobongmembuka tangga ke gereja atas setelah suratmu sampai.
  • Penggali Derrowmemberi tahu lantai mana yang aman hari itu.
  • Keluarga Avrelmenjaga kuda dan bagalmu di musim hujan.

Kabar dari meja kami

Kabar pengembangan kami tulis dengan cara yang sama: surat, tanggal, dan satu gambar di pinggir.

Kota Lirang, 12 Februari 2026

Tangga yang terlalu licin

Sistem panjat kami tulis ulang. Versi lama membuat Esme naik seperti kucing. Sekarang ia ragu di anak tangga yang retak, dan ragunya terlihat dari tangannya.

Tiga orang di tim jatuh dari cerobong yang sama pada uji pertama. Cerobong itu kami biarkan tetap licin.

tim dunia

Sketsa di pinggir surat: menara merpati dari batu dengan tangga kayu dan dua merpati di puncaknya.

Kota Lirang, 30 Juni 2026

Lantai tujuh lebih gelap

Semua cahaya buatan di lantai terbawah Derrow kami matikan. Yang tersisa hanya lampu minyak yang kamu bawa dan suara air.

Penguji pertama keluar setelah empat menit. Ia bilang mendengar bagal di belakangnya. Tidak ada bagal di sana.

tim suara

Sketsa di pinggir surat: pintu batu bundar kota bawah setengah terbuka, lampu di ceruk dinding, tangga menurun.

Kota Lirang, 2 Oktober 2026

Fennel salah lembah

Di build minggu lalu Fennel terbang ke Avrel, padahal suratnya untuk Kesmer. Ia ternyata mengikuti merpati lain dari kandang yang sama.

Kami memutuskan itu bukan bug. Merpati satu kawanan sekarang saling meniru, termasuk kebiasaan buruknya.

tim sistem

Surat bergambar

Dari pasar Kesmer ke puncak rumah merpati, lalu turun ke pintu batu. Isinya gambar, tanpa tulisan.

Esme di birai puncak rumah merpati melepas kawanan merpati, lembah cerobong dan pasar terbentang kecil di bawahnya.
Musim gugur 2027

Surat bergambar

Buka di YouTube